TORAJA UTARA, Vressnews – Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, melantik dan mengukuhkan sebanyak 142 pejabat terdiri dari Camat, Lurah, serta sejumlah Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, pada Jumat (2/10/2026), bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Panga’.
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penataan dan penguatan organisasi pemerintahan daerah untuk meningkatkan kinerja aparatur serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Toraja Utara tentang Pengangkatan dan Pengukuhan Camat, Lurah, serta sejumlah Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.
Keputusan tersebut juga mengacu pada rekomendasi Badan Kepegawaian Negara terkait pengangkatan, mutasi, dan pengukuhan pejabat administrator dan pejabat pengawas.
Dalam pelantikan tersebut, Bupati Frederik Victor Palimbong menegaskan bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk bekerja sebaik-baiknya sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
“Saya percaya bahwa saudara-saudara dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Kiranya Tuhan menolong saudara-saudara,” ujar Bupati.
Dalam sambutannya, Bupati secara khusus menekankan pentingnya peran Camat dan Lurah sebagai ujung tombak pemerintah daerah yang paling memahami kondisi wilayah.

Ia meminta para pejabat di tingkat kewilayahan untuk memperhatikan kebersihan, ketertiban, kerapian, kesehatan masyarakat, serta peningkatan pendapatan daerah.
“Camat dan Lurah adalah ujung tombak kita yang paling memahami wilayahnya. Itu terkait kebersihan, terkait kesehatan, juga pelayanan. Siskamling dan Posyandu kita galakkan lagi, dan wilayah ini ada pada Lurah, Kepala Lembang, dan Camat yang harus betul-betul kita optimalkan,” tegasnya.
Bupati juga meminta pejabat yang baru dilantik untuk tidak melihat mutasi atau pergeseran jabatan sebagai bentuk hukuman.
Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menempatkan aparatur sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi, sekaligus memberikan ruang bagi pengembangan karier.
Hal tersebut sejalan dengan penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara. Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya mengenali potensi, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan setiap aparatur melalui proses profiling, pemetaan, pelatihan, serta pengembangan talenta.
“Jangan malu mengakui kelemahan. Datang ke BKPSDM, sampaikan saya lemahnya di sini, tolong bagaimana supaya saya bisa mendapatkan atau meningkatkan kompetensi atau keterampilan khusus lainnya. Kita sekarang ini bekerja sebagai tim,” kata Bupati.
Ia juga mengingatkan para pejabat agar terus meningkatkan kapasitas melalui pelatihan dan pengembangan diri. Menurutnya, setiap aparatur memiliki potensi yang dapat dikembangkan, sehingga penempatan jabatan harus didukung dengan kompetensi dan kesiapan dalam menjalankan tugas.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menempatkan aparatur semata-mata untuk mengisi jabatan, tetapi untuk membangun tim yang produktif dan berkinerja baik.
Karena itu, setiap pejabat diminta bekerja secara nyata, tidak hanya banyak berbicara, serta memastikan tugas yang dijalankan sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Kita perlu orang-orang yang tidak saja banyak ngomong, tetapi harus banyak kerja. Setelah kita lantik dan kita tempatkan, apa yang dilakukan harus sejalan dengan kebijakan daerah, apalagi kebijakan pusat,” ujar Dedy Palimbong sapaan Akrabnya.
Menutup sambutannya, Bupati menegaskan bahwa tujuan utama manajemen talenta melalui promosi dan mutasi adalah mengoptimalkan penempatan pegawai yang tepat pada posisi yang tepat.
Hal tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan kinerja organisasi sekaligus kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
“Outputnya adalah kita mengoptimalkan menempatkan pegawai yang tepat pada posisi yang tepat. Outcome-nya yaitu meningkatkan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, atau kualitas pelayanan publik. Tidak ada yang lebih dari itu,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Bupati berharap seluruh pejabat yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, terus meningkatkan kompetensi, bekerja sebagai tim, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan daerah Toraja Utara.













