LUWU TIMUR, Vressnews – Wanita bernama Abi Limbong (24), ditemukan tewas dengan sejumlah luka di bagian kepala di area persawahan, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), saat berangkat ke tempat kerjanya. Korban diketahui bekerja di Puskesmas Kalaena sebagai cleaning service.
Korban berangkat dari rumahnya ke puskesmas kalaena di Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Jarak rumah korban dengan puskesmas sekitar 300 meter.
“Menurut saudara korban, keluarga mulai gelisah setelah menerima kabar bahwa Abi belum datang bekerja hingga pukul 05.30 Wita,” kata Kasi Humas Polres Lutim, Ipda Mustajuddin saat dikonfirmasi pada Kamis (16/2026) Malam.
Kakak ipar korban kemudian memutuskan mencari dengan menyisir jalan yang biasa dilewati korban. Ia kemudian menemukan korban tergeletak di sawah yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya pada pukul 06.00 Wita.
“Jenazah korban ditemukan dalam posisi terlentang, tubuhnya dipenuhi lumpur namun pakaian masih lengkap,” terang Mustajuddin.
Jasad korban langsung dievakuasi ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya, ditemukan sejumlah luka terbuka di bagian kepala korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, tim medis menemukan sejumlah luka robek serta lebam di bagian kepala korban. Luka-luka berat tersebut diduga kuat timbul akibat hantaman benda tumpul yang mengakibatkan korban kehilangan nyawanya di lokasi kejadian.
“Dokter di Puskesmas menunjukkan ada sejumlah luka, antara lain robek di kepala kanan, luka terbuka di dahi dan pelipis kanan dan robek di kedua telinga, serta lebam di betis kiri,” ungkap Mustajuddin.

Polisi kemudian mengambil keterangan sejumlah saksi termasuk pacar korban. Pihak keluarga meminta polisi mengungkap penyebab kematian korban.
“Kita sudah melakukan penyelidikan awal, sementara itu keluarga korban telah meminta agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa autopsi guna mengetahui secara berkala penyebab kematian,” tutupnya.
Pelaku diketahui berinisial AD (17), seorang pelajar kelas X disalah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kecamatan Kalaena, Luwu Timur.
Pelaku berhasil ditangkap hanya sembilan jam setelah jasad korban ditemukan. Penangkapan dilakukan setelah jajaran Polsek Mangkutana melakukan penyelidikan intensif dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Mangkutana, IPTU Muh. Junus, membenarkan bahwa pelaku telah diamankan dan selanjutnya diserahkan kepada penyidik Polres Luwu Timur karena masih berstatus anak di bawah umur.
“Benar, pelaku sudah diamankan sembilan jam setelah penemuan mayat korban”, ujar IPTU Muh. Junus.
Menurut hasil pemeriksaan awal, motif kejahatan diduga berawal dari hasrat seksual pelaku terhadap korban. Polisi mengungkap bahwa pelaku selama ini kerap mengintai korban, termasuk saat korban mandi dan ketika berangkat bekerja menuju Puskesmas Kalaena.
“Dugaan sementara terkait pencabulan. Pelaku sering mengintip korban mandi sehingga muncul niat untuk membuntuti korban”, kata Kapolsek pada Kamis (11/6/2026) malam.
“Pelaku sempat memaksa korban saat dicegat di jalan, tetapi korban melawan lalu melarikan diri ke tengah sawah”, ungkap IPTU Muh. Junus.
Polisi menduga pelaku kemudian mengejar korban hingga puluhan meter ke area pematang sawah. Saat pengejaran berlangsung, pelaku diduga membawa sebongkah batu beton yang digunakan untuk menyerang korban.
Setelah berhasil menyusul korban, pelaku diduga menghantam bagian kepala korban menggunakan batu hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasus tersebut kini ditangani lebih lanjut oleh Polres Luwu Timur untuk mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang mendahului pembunuhan tersebut. Polisi juga masih melengkapi alat bukti dan hasil pemeriksaan forensik guna memastikan konstruksi hukum perkara secara utuh.
Kapolsek Mangkutana, Iptu Muh Junus, mengatakan pelaku berhasil diidentifikasi setelah polisi menemukan sejumlah petunjuk saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Pelaku yakni sepupu dua kali korban yang tinggal tepat di samping rumahnya,” kata Junus.
Menurut Junus, petugas menemukan jejak kaki yang diduga milik pelaku di sekitar lokasi kejadian. Jejak tersebut kemudian ditelusuri hingga ke samping Gereja GPDI yang berada di depan rumah korban.
“Dari hasil olah TKP personel menemukan jejak kaki terduga pelaku yang setelah ditelusuri sampai di samping gereja GPDI,” ujarnya.
Di lokasi tersebut, warga menemukan celana pendek yang dipenuhi lumpur. Setelah diperiksa, polisi memastikan celana tersebut milik AD.
“Setelah personel memeriksa celana pendek tersebut diketahui adalah milik AD yang tinggal persis di samping rumah korban,” terangnya.
Petugas kemudian mendatangi rumah pelaku untuk mencari bukti tambahan. Di rumah tersebut, polisi menemukan bekas lumpur di kamar mandi. Namun, AD diketahui telah melarikan diri melalui pintu belakang.
“Dengan ditemukannya barang bukti serta petunjuk tersebut sehingga kuat dugaan pelaku adalah AD,” ungkap Junus.
Meski sempat kabur, pelarian AD (17) tidak berlangsung lama. Polisi berhasil menangkap pelaku sekitar sembilan jam setelah jasad korban ditemukan.
“Pelaku Diamankan 9 jam usai penemuan jasad, diamankan di Desa Kalaena Kiri,” katanya.
Saat ini, AD (17) telah diamankan di Polsek Mangkutana untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasus tersebut kini ditangani lebih lanjut oleh Polres Luwu Timur untuk mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang mendahului pembunuhan tersebut. Polisi juga masih melengkapi alat bukti dan hasil pemeriksaan forensik guna memastikan konstruksi hukum perkara secara utuh.
Sementara Jenazah korban Abi Limbong (22) kini telah disemayamkan dirumah duka di Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.













