Menu

Mode Gelap
PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara Bupati Toraja Utara Buka Rapat Percepatan Survei Penilaian Integritas Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan Ketua Panitia Soekarno Run Toraja Utara Sriyanti Irene Pailang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

News

Marak Eksekusi Tongkonan di Toraja, Firmina Tallulembang Politisi Gerindra Angkat Bicara!

badge-check


					Firmina Tallulembang, Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi Partai Gerindra. Foto: Istimewa Perbesar

Firmina Tallulembang, Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi Partai Gerindra. Foto: Istimewa

MAKASSAR, Vressnews – Maraknya eksekusi atau penggusuran rumah adat Toraja (tongkonan) kembali menuai sorotan publik. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Gerindra, Firmina Tallulembang, menegaskan penolakannya terhadap praktik tersebut karena dinilai mencederai nilai budaya sekaligus meresahkan masyarakat adat.

Firmina menekankan bahwa tongkonan tidak bisa dipandang sekadar bangunan fisik. Lebih dari itu, tongkonan adalah simbol identitas, persatuan, serta warisan leluhur yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Toraja.

“Tongkonan adalah pusat kehidupan orang Toraja, tempat berkumpul keluarga besar, sekaligus simbol adat dan budaya. Eksekusi yang dilakukan tanpa solusi kultural jelas melukai perasaan masyarakat Toraja,” ujar Firmina, beberapa waktu lalu.

Ia mengingatkan agar aparat maupun pemangku kebijakan tidak hanya melihat persoalan dari sisi hukum positif, melainkan juga menimbang aspek sosial, kultural, dan kemanusiaan.

“Kami mendesak agar pemerintah bersama lembaga hukum mencari jalan keluar yang bijaksana. Jangan sampai tindakan eksekusi ini menimbulkan konflik horizontal dan merusak tatanan adat yang sudah turun-temurun,” tegasnya.

Politisi Gerindra itu juga mendorong pemerintah daerah maupun pusat untuk lebih serius melindungi situs-situs budaya Toraja, termasuk tongkonan, yang sudah diakui sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Menurut Firmina, persoalan serupa sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme mediasi adat atau kebijakan perlindungan budaya, bukan dengan tindakan represif yang meruntuhkan simbol kultural Toraja.

“Tongkonan adalah warisan lelulur. Kalau diruntuhkan begitu saja, maka hilanglah jati diri orang Toraja. Ini bukan sekadar soal bangunan, tapi soal marwah dan harga diri masyarakat adat,” imbuhnya.

Untuk mencegah kasus serupa terulang, Firmina juga mendorong pemerintah daerah Tana Toraja maupun Toraja Utara segera menyusun payung hukum dan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang mencoba melanggar atau mengabaikan nilai adat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama

19 September 2026 - 04:23 WIB

Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG

15 September 2026 - 11:10 WIB

Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara

12 September 2026 - 10:35 WIB

Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan

12 September 2026 - 10:17 WIB

Ketua Panitia Soekarno Run Toraja Utara Sriyanti Irene Pailang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

8 September 2026 - 09:33 WIB

Ketua DPC GMNI Gowa Dukung Bupati Husniah Talenrang Terus Bekerja dan Jaga Pelayanan Publik

8 September 2026 - 00:51 WIB

Satresnarkoba Polres Toraja Utara Amankan Pria Asal Luwu Atas Kepemilikan 2 Sachet Sabu

8 September 2026 - 00:44 WIB

Trending di Headline